Posted by: elinakeramik | 62008vUTC11bUTCSat, 29 Nov 2008 17:02:25 +0000 28,2008

Menyulap Tanah Liat

Berkarya dari Tanah Liat

Teman Mustika, Anda menyukai pajangan yang terbuat dari keramik? Bentuk yang umum dijual adalah keramik berbentuk guci, vas bunga, hewan, dan masih banyak lagi. Lalu, tahukah Anda bahwa selain dijadikan pajangan/hiasan, keramik ternyata bisa dijadikan barang-barang yang bermanfaat?

Di Elina Keramik Teman Mustika akan melihat berbagai macam bentuk. Mulai dari yang biasa seperti vas bunga atau guci hiasan, hingga bentuk lainnya. Usaha yang dirintis sejak 1996 ini memang menawarkan bentuk lain yang bermanfaat.

“Awalnya saya membuat asesoris seperti kalung. Lalu, ada juga gantungan kunci dan tempelan kulkas. Tapi kalau itu saja, peminatnya lama-lama berkurang,” ujar Elina Farida.

Ya, terinspirasi dari kehidupan sehari-hari, lulusan Seni Keramik FSRD ITB ini melebarkan usahanya pada bentuk-bentuk keramik fungsional, seperti cangkir, piring, asbak, jam dinding, lonceng angin, dan table ware lainnya. Untuk Teman Mustika yang suka ber-aromatheraphy, Elina juga menyediakan mangkuk dan kompor aromatheraphy untuk melengkapi koleksi Anda.

Bentuk unik yang diproduksi di antaranya wastafel, bak mandi mini, dan asesoris interior handmade. Bahkan produk buatan Elina ini sudah pernah diekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Cina, Dubai, dan Belanda. Wow, menarik ya, Teman Mustika?

“Ada juga keramik untuk lantai, tapi bentuknya kami buat tidak biasa, seperti bentuk daun. Saya bantu customer untuk mendesain di mana saja sebaiknya keramik untuk interior rumah digunakan,” ucapnya.

Ibu dari dua putra ini juga mengembangkan desain keramik yang bernuansa budaya lokal. Dalam sebulan, ia menelurkan satu desain baru. Tiap desain pun dibatasi jumlah produknya. Hal ini dilakukan supaya pelanggan tidak bosan dan hasil keramik tidak pasaran.

“Misalnya saya buat cangkir, gambarnya laki-laki dan perempuan berpakaian kebaya,” tutur ibu dari dua putra ini menjelaskan.

Menurut Elina, usahanya yang tergolong industri kreatif ini bisa berjalan karena ia terus melakukan pengembangan bentuk dan desain. Kelemahan kebanyakan industri kerajinan di Indonesia, menurutnya, lemah dalam hal desain dan cenderung meniru budaya Barat.

“Kami punya divisi Resource and Development (R&D), tugasnya merancang bentuk, desain, dan packaging. Supaya maksimal, divisi ini melakukan studi literatur terlebih dulu, juga tes market,” paparnya.

Kualitas memang menjadi prioritas Elina. Sayangnya, pemasaran keramik handmade buatannya masih terbatas. Apalagi, sejak kenaikan harga BBM, pemesanan untuk ekspor menjadi langka. Alasannya harga bahan-bahan produksi yang didapatnya dari Sukabumi ini pun melonjak.

“Saya pun tidak menjual via on-line atau menerima pesanan dalam partai besar. Saya takut tidak bisa memenuhi pesanan atau permintaan pasar karena semuanya dibuat manual, bukan dengan mesin cetak,” ujar perempuan yang menjadi pengurus Kadin Bandung divisi Komite Desain Produksi ini.

Nah Teman Mustika, jangan ragu untuk mampir dan mengajak buah hati Anda ke home industry yang berlokasi di Jalan Taman Pramuka ini. Karena Elina membuka kelas untuk melakukan workshop kecil lho… Perempuan yang aktif di Himpunan Masyarakat Pengrajin ini akan memberikan ‘kursus singkat’ agar Anda atau sang buah hati bisa berkreasi dengan tanah liat.

“Misinya melatih apresiasi terhadap seni keramik dan memperkenalkan pada anak-anak bahwa profesi itu ada macam-macam. Selain itu, kegiatan ini juga bisa merangsang kreativitas. Zaman sekarang, yang bertahan adalah yang kreatif,” tuturnya.

Sebagai sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM), Elina memiliki harapan. Perempuan yang pernah meraih penghargaan dari Indonesia Good Design Selection (IGDS) pada 2005 dan 2006 ini, menginginkan usahanya dibidik sebagai salah satu tempat wisata kria di Bandung. Menurutnya, prospek handycraft sangat bagus di Bandung. Sayangnya, factory outlet yang menjamur lebih sering menjadi tujuan wisata para turis. Hal ini membuat UKM di Bandung menjadi kurang berkembang.

“Pemerintah (Dinas Pariwisata) kurang mempromosikan juga. Padahal, kekuatan promosi sangat berpengaruh. Kalau tidak dipromosikan, lama-lama bisa punah,” keluhnya.

[teks: soraya/martha- foto: soraya]

Diposting pada: 2008-07-25 14:48:07


Responses

  1. bagi yang mau beli tanah liat untuk belajar bikin keramik bisa telp saya di 087882985008, rp 4000/kg. Murah khaann….??? :)) semoga bisa melayani anda semua. thanks ya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: